kalian pernah tau bagaimana rasanya punya teman. ini adalah temanku yang sesungguhnya. ia adalah seekor kucing. bukan! dia bukan kucing. dia temanku. mungkin mereka anggap dia adalah kucing yang biasa. setiap hari aku ditemaninya, sebenarnya aku tidak tahu apa yang mehong ucapkan sehari-hari, mehong juga tidak tahu apa yang aku ucapkan. aku tidak mungkin mengerti bahasa kucing. dan ia juga pasti tidak mengerti bahasa manusia.tetapi entah kenapa semua saling mengerti.
setiap malam aku tidur diranjangku, dan ia tidur di ranjangnya dilantai. ranjangnya sangat nyaman. dijanggalkan oleh bantal yang empuk, dan tidak ada kotoran sama sekali, bau nya juga wangi. entah kenapa badan mehong sangant wangi. tetapi setiap tengah malam, ia selalu pindah ke ranjangku. ia tidur disamping perutku, dan jika aku terbangun, aku memeluknya dan mengelus-elus bulu yang lembut itu.
pagi harinya, aku bangun jam 6, seperti biasa mehong keluar bangun pagi lebih dulu. ia berjalan kedepan. tiba-tiba ada motor yang menabraknya. aku belum mengetahuinya, karena pagi itu, mehong pergi jauh dari rumah. setelah ia pulang kerumah, ia langsung lari kepelukanku. aku bertanya-tanya kenapa mulutnya bengkak. dan hidung dan pipinya berdarah. aku segera mengambil obat merah dan kapas. perlahan lahan aku mengobati luka itu.
siang hari pun tiba. tetapi mehong belum juga makan. aku meletakkan makanannya di depan condong mulutnya. namun ia hanya berbaring dan menciumnya. aku berkata "Aku akan menyuapimu, jika kau tak keberatan." lalu aku menyuapinya. dan dia mau kusuapi, perlahan-lahan mulutnya terbuka dan piring itu sudah kosong. itu berarti dia sudah menghabiskan makanannya.
suatu hari aku berada dirumah keduaku. mungkim berjarak 10kilometer dengan rumahku yang pertama. yahh... meskipun dikampung, rumah itu tetap indah. mehong sudah mengenal rumah itu sejak 5 bulan yang lalu. jadi dia sudah mengerti dan tahu arah jalan di sekitar rumah. jam 2 dia sudah keluar dari rumah untuk melihat kucing betinanya dan juga anak-anak nya. tetapi setelah ia pulang kerumah. biasanya ia memeluku kalau ia pulang. tetapi sepertinya mehong tidak enak badan. kuperhatikan mehong menuju kebunku di belakng rumah. aku membuntutinya, kedua kakakku juga sama. kemudian mehong berbaring direrumputan. ia sekarat, dan matanya berkaca-kaca. sekitar 6-8 menit ia sekarat. aku menangis terisak-isak. kakakku juga, mamah dan papahku juga ikut menangis. semua keluargaku menyaksikannya. sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, dia melihat kearahku, dia seperti berkata "Maafkan aku, aku harus meninggalkanmu."
setelah kejadian itu, aku masih memikirkan mehong, yang sudah menghiburku, menemaniku, dan kuanggap ialah sahabat terbaik yang pernah kutemui. tetapi kenapa setiap malam aku memimpikannya terus. aku mencoba untuk melupakannya, tapi aku tak bisa. mimpi itu seperti berkata "lupakanlah kucing itu, lupakanlah mehong!". setelah dua hari, akupun melupakannya. dan mimpi itu tak kembali lagi.
Selasa, 16 Maret 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

.jpg)
sungguh!! aku pernah mengalaminya sendiri. ini kisah nyata!!
BalasHapus